9 Penumpang KM Kayu Mati Mesin di Perairan Nafar, Selamat Dievakuasi Tim SAR

Facebook
WhatsApp

Oplus_131072

MASOHI,REVISINEWS — Sebuah kapal motor kayu yang mengangkut sembilan penumpang dilaporkan mengalami mati mesin di perairan Desa Nafar, Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Kamis (19/2) dini hari.

Seluruh penumpang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Ambon, Muhammad Arafah, dalam rilis yang diterima redaksi revisinews,Kamis (9/2), menjelaskan, informasi kejadian diterima pihaknya pada pukul 00.05 WIT dari seorang warga bernama Ibu Pendeta Istia.

“Dilaporkan bahwa pada Rabu (18/2) pukul 19.00 WIT, kapal motor kayu dari Desa Selibata tujuan Dobo dengan sembilan orang di dalamnya mengalami mati mesin di sekitar perairan Desa Nafar dan meminta bantuan SAR,” ujar Arafah.

Merespons laporan tersebut, pada pukul 00.55 WIT Tim SAR Gabungan menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Unit Siaga SAR Dobo bergerak menuju lokasi kejadian.

Titik kecelakaan berada pada koordinat 5°57’45”S dan 134°17’59”E atau sekitar 13,7 mil laut arah selatan dari Unit Siaga SAR Dobo.

Sekitar pukul 01.08 WIT, kapal yang mengalami mati mesin berhasil ditemukan dalam kondisi terapung pada koordinat 5°58’44.96”S dan 134°18’06.89”E, atau sekitar satu mil laut dari lokasi awal kejadian.

“Seluruh penumpang dalam keadaan selamat dan selanjutnya dievakuasi menuju Pelabuhan Dobo,” jelasnya.

Pada pukul 02.31 WIT, tim SAR bersama sembilan penumpang tiba di Pelabuhan Dobo dan seluruh korban diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya seluruh penumpang dalam kondisi selamat, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 02.40 WIT.

Adapun sembilan penumpang yang berada di dalam kapal masing-masing Hein (30), Erwin (31), Leonadus (45), Engka Istia (36), Dimas Mangar (17), Eros Munabeai (36), Kenzi Mangar (11), Febrian Mangar (12), dan Kayla Mangar (8).

Unsur SAR yang terlibat dalam operasi tersebut terdiri dari empat personel Rescuer Unit Siaga SAR Dobo dan satu personel BPBD Kabupaten Kepulauan Aru dengan menggunakan satu unit RIB.

Arafah menambahkan, cuaca saat operasi berlangsung dalam kondisi hujan ringan dengan angin barat berkecepatan 7–18 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,25 meter. Kendala yang dihadapi di lapangan yakni jaringan komunikasi yang terbatas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat. Dengan selesainya evakuasi dan seluruh korban selamat, operasi SAR dinyatakan ditutup,” tandasnya. (RN-01).

PENULIS

Picture of adminrevisinews

adminrevisinews

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER IKLAN