MASOHI,RevisiNews.Com- Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan bahwa upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan wujud penghormatan atas pengorbanan dan perjuangan tanpa pamrih para pahlawan kusuma bangsa.
Penegasan tersebut disampaikan Zulkarnain saat menghadiri Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu ke-208 Tahun, yang berlangsung di Negeri Abubu, Kecamatan Nusa Laut, Jumat (9/1/2026).
Zulkarnain menyampaikan bahwa pahlawan nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu, telah mewariskan dua pelajaran penting bagi generasi muda Maluku dan Indonesia pada umumnya.
Pelajaran pertama, usia muda bukanlah masa untuk dihabiskan dengan hidup berfoya-foya dan bersikap hedonis, melainkan masa emas untuk menunjukkan peran, prestasi, serta eksistensi diri yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Usia muda adalah momentum strategis untuk berkarya dan berkontribusi secara nyata,” ujar Zulkarnain.
Pelajaran kedua, lanjutnya, keteladanan Martha Christina Tiahahu membuktikan bahwa perempuan Maluku tidak dapat dipandang sebelah mata. Perempuan Maluku memiliki hak, kewajiban, dan kesempatan yang sama dengan kaum pria, baik sebagai individu, warga negara, maupun sebagai sumber daya pembangunan, dalam sektor publik dan seluruh proses pembangunan di berbagai bidang kehidupan.
Bupati menilai tema peringatan tahun ini, “Meneladani Perjuangan Martha Christina Tiahahu untuk Membangun Nasionalisme Generasi Muda Maluku”, sangat relevan dengan kondisi kekinian.
Tema tersebut menyoroti semangat kepahlawanan, keberanian, dan pengorbanan seorang srikandi muda Maluku yang patut dijadikan inspirasi abadi bagi generasi masa kini.
Ia berharap, dengan meneladani nilai-nilai perjuangan tersebut, generasi muda mampu menginternalisasi semangat juang Martha Christina Tiahahu dalam membangun nasionalisme yang kokoh dan relevan di era modern, terutama bagi generasi muda dan kaum perempuan Maluku untuk bangkit sebagai pejuang pembangunan melalui inovasi, prestasi, dan karya nyata demi kesejahteraan rakyat.
Lebih lanjut, Zulkarnain menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda Maluku Tengah, agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, spiritual, dan emosional, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Zulkarnain juga mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku Tengah untuk terus menjaga harmonisasi sosial dengan membangun kehidupan orang basudara dalam bingkai budaya pela gandong.
“Filosofi hidup orang basudara dan semangat patriotisme Martha Christina Tiahahu harus menjadi penyemangat kita untuk terus berkarya, berinovasi, dan memajukan Kabupaten Maluku Tengah yang kita cintai,” pungkasnya. (RN-01).