REVISINEWS.COM, MASOHI— Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Maluku Tengah menggelar lomba mewarnai bagi anak usia dini dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang diselenggarakan para guru IGTKI tersebut berlangsung di Gedung PKK, Kota Masohi, Sabtu (15/8/2026). Lomba ini diikuti 144 peserta yang berasal dari 22 sekolah yang tersebar dari lima kecamatan kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah.
Ketua IGTKI Kabupaten Maluku Tengah, Ny H Mahulette Spdi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan momentum istimewa untuk mengisi rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sekaligus menjadi wadah pembinaan dan pengembangan kreativitas anak sejak usia dini.

Menurutnya, lomba mewarnai tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial dalam memperingati hari kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecerdasan, kreativitas, keberanian serta minat belajar anak.
Baca juga : Bupati Apresiasi Inovasi Perpustakaan Rumah Bambu Negeri Tanah Rata
“Kegiatan ini kita lakukan setiap tahun sebagai bentuk peringatan hari-hari besar nasional, terutama HUT RI,” jelas Mahulette.
Ia mengatakan, kegiatan serupa telah menjadi agenda rutin IGTKI setiap tahun. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak juga diperkenalkan dengan makna peringatan kemerdekaan Republik Indonesia sejak usia dini.
Mahulette berharap lomba mewarnai tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan di tingkat daerah saja. Ia berharap kegiatan itu dapat terus dikembangkan sehingga para peserta berkesempatan mengikuti ajang pada jenjang yang lebih tinggi, baik tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Mudah-mudahan lomba ini tidak sampai di sini saja, tetapi bisa berlanjut ke jenjang kabupaten atau provinsi,” harapnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong semangat anak untuk belajar sekaligus memberikan pengetahuan mengenai arti penting perjuangan dan kemerdekaan bangsa.
“Yang paling penting, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan anak-anak sejak usia dini, sehingga mereka tidak hanya mengenal kemerdekaan secara seremonial, tetapi juga memahami nilai dan maknanya,” tandasnya. (RN-01).