REVISINEWS.COM,MASOHI— Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata turun langsung menemui warga Samasuru, Kecamatan Teluk Elpaputih, Senin (14/9), menyusul aksi penutupan Jalan Lintas Seram oleh masyarakat setempat.
Aksi penutupan ruas jalan yang menghubungkan Masohi-Kairatu itu dilakukan warga di Desa Samasuru sejak sekitar pukul 10.00 WIT.
Warga menutup akses jalan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana atau kebijakan yang dinilai mengarah pada penggabungan Samasuru sebagai bagian dari wilayah administratif Kabupaten Seram Bagian Barat.
Persoalan tersebut berkaitan dengan pengalihan status data pokok pendidikan (Dapodik) peserta didik asal Samasuru ke dalam sistem Dapodik Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat.
Kondisi itu kemudian memicu keresahan masyarakat hingga berujung pada penutupan akses jalan utama di Pulau Seram tersebut.
Merespons aksi warga, Mario bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku, Ketua DPRD Maluku Tengah Herry Men Carli Haurissa, Kapolres Maluku Tengah AKBP Widi Irawan, serta sejumlah anggota DPRD Malteng turun langsung menemui masyarakat.
Pertemuan berlangsung melalui dialog antara pemerintah dan warga Samasuru.
Dalam dialog itu, masyarakat menyampaikan aspirasi dan keberatan mereka terkait persoalan yang berkembang. Pemerintah juga memberikan penjelasan serta membuka ruang komunikasi untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.
Baca juga : 233 CPNS Malteng Ikuti Latsar
Mario menegaskan, persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat harus diselesaikan melalui komunikasi dan dialog, bukan dengan cara yang dapat memperluas persoalan.
“Pentingnya dialog guna menjaga ketenangan dan mencari solusi bersama,” kata Mario.
Menurutnya, kepentingan masyarakat secara luas harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, setiap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat perlu disikapi secara bijak melalui komunikasi yang konstruktif.
Pemerintah, lanjutnya, tetap membuka ruang komunikasi dengan masyarakat sehingga setiap aspirasi dapat disampaikan dan dicarikan jalan keluar sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.
Setelah dialog dan penyampaian aspirasi berlangsung, warga akhirnya membuka kembali akses Jalan Lintas Seram yang sebelumnya ditutup.
Dibukanya kembali akses tersebut membuat arus kendaraan dan aktivitas masyarakat di jalur Masohi-Kairatu kembali berjalan normal.
Mario mengapresiasi sikap masyarakat Samasuru yang bersedia membuka kembali akses jalan setelah dilakukan dialog bersama pemerintah dan unsur terkait.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, DPRD Maluku Tengah, TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat yang ikut menjaga proses komunikasi sehingga situasi tetap kondusif.
Menurut Mario, dibukanya kembali Jalan Lintas Seram menjadi langkah penting untuk memastikan mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta aktivitas sosial ekonomi tidak terganggu.
Jalan Lintas Seram merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Seram. Penutupan akses tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi kebutuhan di sejumlah wilayah.
Karena itu, penyelesaian melalui dialog dinilai menjadi langkah konstruktif untuk menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memastikan aspirasi masyarakat Samasuru tetap mendapat ruang untuk diperjuangkan melalui jalur komunikasi dengan pemerintah.
Pemkab Maluku Tengah berharap komunikasi yang telah terbangun bersama masyarakat Samasuru terus dijaga. Aspirasi warga selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui pembahasan bersama sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku. (RN-01).