REVISINEWS.COM, MASOHI— Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) mulai memperkuat langkah kolaboratif untuk mendorong kemajuan Kepulauan Banda melalui pengembangan sektor pariwisata, pendidikan, sejarah, kebudayaan hingga ekonomi kreatif.
Langkah itu dibahas dalam pertemuan Bupati Malteng Zulkarnain Awat Amir dengan Rektor Universitas Banda Neira, Budiono Senen, bersama Ketua Yayasan Warisan Budaya Banda, Syarifudin Arsyad, Kamis (10/9),lalu.
Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama lintas sektor dalam mengembangkan potensi Banda secara berkelanjutan.
Bupati menilai Banda memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang menjadi keunggulan tersendiri. Potensi tersebut dinilai perlu dikelola secara terarah dengan tetap menjaga keaslian warisan budaya.
Menurutnya, pengembangan Banda juga harus memberikan ruang yang besar bagi keterlibatan masyarakat lokal sebagai bagian penting dari proses pembangunan.
Pemkab Malteng, lanjutnya, terus mendorong keterlibatan perguruan tinggi, yayasan, komunitas serta berbagai pemangku kepentingan untuk melahirkan gagasan dan program yang tidak hanya bersifat jangka pendek.
Baca juga : Tiga Pulau Banda Krisis Air Bersih
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan program yang mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong kemajuan pendidikan, pelestarian sejarah dan budaya serta pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.
Banda dengan kekayaan sejarah dan budayanya dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan bertaraf internasional.
Di sisi lain, pengembangan potensi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga menjadikan Banda sebagai salah satu simpul pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Maluku Tengah.
Pemkab Malteng berharap sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, yayasan, komunitas dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk memastikan pengembangan Banda berjalan terarah, berkelanjutan dan tetap berpijak pada kekayaan sejarah serta budaya yang dimiliki. (Rn-01)