Dua PSN Senilai Rp640 Miliar Segera Dibangun di Perkebunan Awaiya

Facebook
WhatsApp

Bupati Malteng ZAA saat memberikan arahan

MASOHI, REVISINEWS.COM — Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir memastikan dua Proyek Strategi Nasional (PSN) dengan nilai investasi Rp640 miliar segera dibangun di kawasan Perkebunan Awaiya, Kecamatan Teluk Elpaputih, Malteng.

Dua proyek tersebut masing-masing pembangunan pabrik pengolahan kelapa terintegrasi senilai Rp500 miliar dan pabrik pengolahan pala senilai Rp140 miliar.

Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional melalui hilirisasi komoditas perkebunan.

“Selain itu juga untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan sekaligus membuka lapangan kerja baru dan memperkuat posisi negara sebagai pemain utama agraris global,” kata Zulkarnain, Sabtu (28/3/2026).

Menurutnya, untuk menyukseskan program hilirisasi perkebunan tersebut, pemerintah pusat menggandeng PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I sebagai salah satu BUMN yang diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah.

Baca juga : Zulkarnain : Tradisi Pukana Jembatan Persaudaraan Basudara

Melalui sinergi tersebut, PTPN I akan berperan sebagai penghubung antara potensi petani lokal dengan teknologi industri modern, sekaligus membuka akses pasar global bagi komoditas unggulan daerah.

Zulkarnain mengungkapkan, rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) kedua PSN itu dijadwalkan berlangsung satu hingga dua bulan ke depan dan direncanakan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo.

Ia menjelaskan, pabrik kelapa terintegrasi yang akan dibangun memiliki kapasitas olah hingga 300.000 butir kelapa per hari. Produk yang dihasilkan mencakup Medium Chain Trigliserida (MCT), tepung kelapa, serta arang aktif yang menyasar pasar ekspor maupun domestik.

Sementara itu, pabrik pengolahan pala akan difokuskan pada produksi oleoresin dengan standar tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor premium. Oleoresin merupakan ekstrak hasil pengolahan biji pala yang banyak digunakan dalam industri makanan, kosmetik hingga farmasi.

“Ini bukan hanya proyek industri, tetapi juga upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesejahteraan ekonomi, serta membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat,” tandas Zulkarnain. (RN-01)

 

 

PENULIS

Picture of adminrevisinews

adminrevisinews

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER IKLAN