MASOHI, REVISINEWS.COM — Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir menegaskan tradisi boleh diwariskan oleh leluhur, tetapi persaudaraan harus terus dirawat oleh generasi yang hidup hari ini.
Pukana bukan sekadar perayaan 7 Syawal, tetapi menjadi jembatan hati yang menyatukan basudara dalam adat, iman, dan kebersamaan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri perayaan 7 Syawal “Pukana” 1447 Hijriah atau Hari Raya Kecil di Negeri Larike, Kecamatan Leihitu Barat, Jumat (27/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di depan Mesjid At Taqwa Negeri Larike/Letehina itu turut dihadiri istri Wakil Gubernur Maluku Rohani Vanath, anggota DPRD Maluku Tengah, pimpinan OPD lingkup Pemkab Maluku Tengah, serta tokoh masyarakat.
Zulkarnain menyampaikan perayaan Pukana merupakan tradisi kebanggaan yang menjadi warisan budaya luhur dan telah hidup secara turun-temurun di Negeri Larike.
Menurutnya, Pukana adalah wujud nyata semangat hidup orang basudara yang tidak hanya mengikat warga Negeri Larike, tetapi juga memperkuat hubungan dengan negeri-negeri tetangga.
Baca juga : Wabup Apresiasi Persidangan ke 42,Klasis GPM Masohi
“Hari ini kita akan menyaksikan berbagai atraksi luar biasa, mulai dari silat, silat pedang, seni budaya Islam, hingga pertunjukan adat yang menggambarkan keberanian, ketangkasan sekaligus nilai spiritual yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ungkapnya.
Orang nomor satu di bumi Pamahanu-Nusa itu mengaku bangga dapat kembali menyaksikan secara langsung perayaan tersebut.
Ia menilai Pukana juga menjadi media pendidikan bagi generasi muda untuk mengenal jati diri, menghormati adat istiadat, serta menjaga nilai persaudaraan yang diwariskan para leluhur.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan adat dan budaya di daerah itu.
“Kami meyakini kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya identitas budaya dan kokohnya persaudaraan masyarakat,” tegasnya.
Zulkarnain berharap tradisi Pukana terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya, sehingga kebersamaan yang terbangun dapat terus hidup sepanjang masa.
“Semoga melalui momentum ini kita semakin mempererat tali silaturahmi, menjaga kedamaian serta membangun Maluku Tengah yang lebih harmonis, berbudaya dan penuh persaudaraan,” harapnya.(S-17).