Bupati Paparkan Renaksi “Banda Green” 

Facebook
WhatsApp

Oplus_131072

REVISINEWS.COM, MASOHI-Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, memaparkan Rencana Aksi (Renaksi) bertajuk “Banda Green: Nafas Budaya, Jejak Sejarah, Pesona Alam” pada tahapan akhir Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Renaksi tersebut dipresentasikan di hadapan tim penguji, coach, dan 24 kepala daerah peserta KPPD sebagai gagasan pembangunan berkelanjutan untuk Kepulauan Banda yang mengintegrasikan pelestarian budaya, sejarah, lingkungan, penguatan pariwisata, peningkatan pelayanan dasar, serta pembangunan infrastruktur hijau.

Bupati menyebut Kepulauan Banda memiliki keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain, karena memadukan nilai sejarah, budaya dan keindahan alam dalam satu kawasan.

“Banda Green menjadi arah pembangunan Kepulauan Banda yang menempatkan pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian warisan budaya, sejarah dan lingkungan hidup,” ujarnya.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Maluku Tengah, Rahmat, menjelaskan, penyusunan Renaksi Banda Green disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah yang masih terbatas.

Baca juga : Runway Bandara Bandaneira Diperpanjang, Dukung Wisata dan Mitigasi Bencana

Karena itu, implementasinya dirancang secara bertahap pada periode 2027-2029 melalui pendekatan kolaboratif dan multipendanaan.

“Bupati menyadari keterbatasan kapasitas fiskal daerah. Karena itu beliau akan mengorkestrasi seluruh potensi pembiayaan, baik dari APBN, APBD Provinsi Maluku, APBD Kabupaten Malteng maupun dukungan kementerian/lembaga, dunia usaha, perguruan tinggi serta para pemangku kepentingan lainnya agar bergerak menuju tujuan yang sama,” jelas Rahmat.

Menurutnya, strategi multipendanaan dipilih agar pembangunan Banda dapat dipercepat tanpa bergantung pada satu sumber anggaran.

Ia menambahkan, tema Banda Green merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten bergelar Pamahanu-Nusa itu untuk mewujudkan pembangunan yang tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian sejarah dan budaya, serta keberlanjutan lingkungan.

Semangat tersebut, kata Rahmat, sejalan dengan ungkapan tokoh bangsa Sutan Sjahrir, “Jangan mati sebelum ke Banda,” yang menggambarkan besarnya nilai sejarah dan pesona Kepulauan Banda.

Dalam pemaparan Renaksi itu, Bupati didampingi Kepala Bapplitbangda dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Malteng,sebagai bentuk sinergi lintas organisasi perangkat daerah dalam menyiapkan perencanaan pembangunan yang terukur.

Melalui Renaksi Banda Green, Pemerintah Kabupaten menegaskan komitmennya membangun Kepulauan Banda secara inklusif, berkelanjutan dan berbasis kolaborasi, sehingga kawasan tersebut tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata berkelas dunia, tetapi juga tetap menjaga warisan sejarah, budaya dan kelestarian alam bagi generasi mendatang. (RN-01).

PENULIS

Picture of adminrevisinews

adminrevisinews

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER IKLAN