REVISINEWS.COM, MASOHI— Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terus memperkuat strategi pengembangan ekonomi daerah melalui koordinasi lintas wilayah.
Upaya itu dibahas dalam Rapat Pemantauan, Pengawalan, dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Wilayah Maluku-Papua Tahun 2026 yang diikuti Sekretaris Daerah Maluku Tengah, Rakib Sahubawa, bersama Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan secara daring, Rabu (16/9/2026).
Rapat tersebut dipimpin Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan Desa dan Pembangunan Perbatasan, Dr. Hoiruddin Hasibuan, S.H., M.Hum., dan turut dihadiri Rektor IPDN, Dr. Halilul Khairi, S.Sos., M.Si.
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut yakni penguatan Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TPPED) guna mengawal pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah didorong mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing daerah.
Baca juga :Dua Hari Memikul Harapan dari Pegunungan Seram
Langkah tersebut antara lain melalui peningkatan daya beli masyarakat, penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan sektor-sektor unggulan daerah.
Selain itu, evaluasi secara berkala akan dilakukan untuk memastikan berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Koordinasi lintas wilayah juga dinilai penting untuk memastikan kebijakan dan program percepatan pertumbuhan ekonomi dapat diterapkan sesuai karakteristik serta potensi masing-masing daerah di wilayah Maluku-Papua.
Pemkab Malteng melalui jajaran terkait selanjutnya diharapkan dapat memperkuat sinergi dan pengawalan program pembangunan ekonomi, sehingga potensi daerah dapat dioptimalkan untuk mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (RN-01).