KOMISI IV CEK SEKOLAH RAKYAT

Facebook
WhatsApp

Oplus_131072

“Pastikan Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Mega”

REVISINEWS.COM,MASOHI– Komisi IV DPRD Kabupaten Maluku Tengah meninjau kesiapan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kelurahan Holo, Kecamatan Amahai, Selasa (11/8/2026)

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, proses penerimaan peserta didik hingga pelaksanaan pembelajaran program tersebut berjalan sesuai tujuan.

Rombongan Komisi IV dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Malteng, Musriadin Labahawa, didampingi Wakil Ketua Subhan Nur Fatta serta anggota Franki Loupatty, Izaack Sitaniapessy, Nirmala Pattikawa dan Intan Nasri.

Turut hadir Kepala Dinas Sosial Malteng, Ruslan Yusuf Wailissa dan Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi, Radit Jamair.

Musriadin mengatakan, Komisi IV mengapresiasi pemerintah pusat dan Pemkab Malteng yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat di daerah tersebut.

Namun, ia menegaskan keberhasilan program itu tidak boleh hanya diukur dari megahnya gedung maupun lengkapnya fasilitas yang tersedia.

Baca juga : BSPS Malteng Terbesar di Maluku, 1.612 Unit

“Gedungnya boleh megah, fasilitasnya boleh lengkap, tetapi ukuran keberhasilan Sekolah Rakyat adalah ketika anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan benar-benar mendapatkan kesempatan belajar dan masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Menurut Musriadin, hasil peninjauan menunjukkan pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Holo berjalan baik dan telah didukung fasilitas yang cukup memadai.

Meski demikian, besarnya dukungan anggaran harus sebanding dengan manfaat yang diterima masyarakat, terutama kelompok yang menjadi sasaran utama program.

Karena itu, Komisi IV meminta seluruh pihak memastikan proses penerimaan peserta didik dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.

Anak-anak dari keluarga miskin, fakir dan terlantar harus menjadi prioritas sebagaimana semangat awal program Sekolah Rakyat.

“Jangan sampai anak yang seharusnya menjadi sasaran justru kehilangan kesempatan. Sekolah Rakyat harus benar-benar hadir untuk mereka yang membutuhkan, bukan hanya bagi mereka yang paling mudah dijangkau,” ujarnya.

Mulai 15 Agustus

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Malteng, Ruslan Yusuf Wailissa, menjelaskan tahapan pelaksanaan program telah dimulai melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak 14 Juli 2026.

MPLS tersebut dibuka langsung oleh Menteri Sosial.

Ruslan mengatakan, proses pembelajaran di gedung baru Sekolah Rakyat Holo dijadwalkan mulai 15 Agustus 2026.

“Kami terus memastikan seluruh kebutuhan pendukung, baik dari sisi sarana, tenaga pendidik maupun peserta didik, sehingga ketika pembelajaran dimulai pada 15 Agustus, Sekolah Rakyat sudah benar-benar siap memberikan pelayanan pendidikan,” katanya.

Kehadiran Sekolah Rakyat di Malteng diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus menjadi salah satu instrumen untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Komisi IV DPRD Malteng memastikan pengawasan terhadap program tersebut akan terus dilakukan.

DPRD tidak ingin Sekolah Rakyat hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi harus benar-benar memberikan dampak bagi anak-anak dan keluarga yang menjadi sasaran.

“Ini bukan hanya tentang membangun sekolah, tetapi membangun harapan. Dari tempat ini kita ingin lahir anak-anak Maluku Tengah yang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan,” tandas Musriadin. (RN-01).

 

 

PENULIS

Picture of adminrevisinews

adminrevisinews

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER IKLAN