REVISINEWS.COM,MASOHI — Sebanyak 233 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2026.
Ratusan CPNS tersebut terdiri dari 141 peserta Golongan III yang tergabung dalam Angkatan 40–43 dan 82 peserta Golongan II dalam Angkatan 17–18.
Latsar dibuka Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir di Masohi, Jumat (11/9/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan Latsar bukan sekadar formalitas untuk mendapatkan sertifikat.
Pelatihan tersebut merupakan proses pembentukan karakter, kompetensi, disiplin, integritas dan jiwa pengabdian bagi calon aparatur negara.
“Ini bukan sekadar formalitas. Bukan hanya supaya nanti dapat sertifikat, lalu selesai. Ini adalah proses untuk membentuk karakter, kompetensi, disiplin, integritas, dan jiwa pengabdian saudara sebagai calon aparatur negara,” tegas Bupati.
Menurutnya, pilihan menjadi ASN berarti memilih jalan untuk melayani masyarakat. Karena itu, status sebagai CPNS tidak boleh membuat seseorang merasa telah berada pada posisi yang aman.
“Saudara sudah memilih menjadi ASN. Artinya, saudara sudah memilih jalan untuk melayani. Jadi jangan berpikir, saya sudah lulus CPNS berarti aman. Saya tegaskan, itu belum. Justru setelah ini tanggung jawab saudara semakin besar,” tandasnya.
Baca juga : Tiga Pulau Banda Krisis Air Bersih
Bupati juga mengingatkan peserta agar serius mengikuti seluruh tahapan Latsar, terlebih pelaksanaannya dilakukan secara daring.
Menurutnya, sistem daring bukan berarti peserta dapat mengikuti pelatihan dengan santai atau tanpa disiplin.
“Daring itu bukan berarti santai. Jangan sampai kameranya menyala, tetapi orangnya ke mana-mana,” katanya.
Ia meminta peserta hadir tepat waktu, mengikuti materi dengan baik dan menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan.
Bupati bahkan meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melakukan monitoring dan evaluasi secara serius terhadap seluruh peserta.
“Kalau ada peserta yang tidak serius, tidak disiplin, atau tidak mengikuti proses sebagaimana mestinya, jangan ragu untuk memberikan evaluasi sesuai ketentuan. Jangan dipaksakan lulus,” tegasnya.
Bupati mengingatkan, kesempatan menjadi ASN merupakan sesuatu yang harus disyukuri dan dijaga dengan tanggung jawab.
“Banyak orang yang ingin berada di posisi saudara sekarang. Banyak yang ingin menjadi ASN, tetapi saudara yang mendapatkan kesempatan ini. Maka jangan disia-siakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zulkarnain meminta para CPNS membiasakan diri bekerja secara disiplin, bertanggung jawab dan berorientasi pada target serta manfaat bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya menerapkan nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.
“Nilai-nilai itu jangan hanya bagus ketika diucapkan, tetapi harus juga kelihatan dalam pekerjaan,” katanya.
Menurut Bupati, ASN merupakan wajah pemerintah di tengah masyarakat. Kualitas pelayanan ASN akan sangat menentukan bagaimana masyarakat menilai kehadiran pemerintah.
“Kalau ASN-nya ramah, disiplin, cepat dan memberikan solusi, masyarakat akan mengatakan pemerintah hadir. Sebaliknya, kalau pelayanan lambat, tidak peduli, dan masyarakat dipingpong ke sana-kemari, yang dinilai juga pemerintah,” tandasnya.
Ia berharap para peserta Latsar tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam bekerja, tetapi juga memahami hakikat pengabdian sebagai aparatur negara.
“Kita bekerja untuk masyarakat. Kita digaji oleh negara. Dan negara mempercayakan kepada kita untuk memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Bupati kemudian membuka secara resmi Latsar CPNS Golongan III Angkatan 40–43 dan Golongan II Angkatan 17–18 lingkup Pemkab Maluku Tengah Tahun 2026.
Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar mengikuti Latsar dengan serius dan disiplin serta membuktikan bahwa mereka layak menjadi bagian dari birokrasi Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. (Rn-01).