Launching HUT Kota Masohi ke-69 dan Banda Heritage Festival Digelar

Facebook
WhatsApp

oppo_1072

REVISINEWS.COM, MASOHI– Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menjadikan HUT ke-69 Kota Masohi, Banda Heritage Festival 2026 dan Hari Santri Nasional 2026 sebagai momentum memperkuat identitas daerah, melestarikan warisan budaya, serta meneguhkan nilai keagamaan dan kebangsaan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir dalam sambutannya yang di bacakan Sekretaris Daerah (Sekda), Rakib Sahubawa mengawali rangkaian peringatan ketiga agenda tersebut di Masohi, Sabtu (17/10/2026).

Bupati mengatakan, Kota Masohi merupakan kebanggaan masyarakat sekaligus pusat pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik dan aktivitas sosial di Kabupaten Maluku Tengah.

Memasuki usia ke-69 tahun, dia mengajak masyarakat menjadikan momentum ini sebagai refleksi untuk meningkatkan kualitas pembangunan, memperkuat pelayanan publik, menjaga kebersihan dan keindahan kota, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, kemajuan Kota Masohi membutuhkan rasa memiliki dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat agar kota ini semakin maju, tertata, nyaman dan membanggakan.

Selain HUT Kota Masohi, Zulkarnain menegaskan pentingnya Banda Heritage Festival 2026 sebagai upaya menjaga warisan sejarah dan kebudayaan Banda yang memiliki nilai penting bagi Maluku Tengah, Indonesia, bahkan dunia.

Sejarah Banda, kata dia, merupakan bagian dari perjalanan perdagangan rempah-rempah, perjumpaan berbagai bangsa, serta perkembangan tradisi yang membentuk identitas masyarakat hingga saat ini.

Karena itu, Banda Heritage Festival tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga sarana memperkenalkan sejarah dan budaya kepada generasi muda, mempromosikan pariwisata, mengembangkan ekonomi kreatif, serta mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Baca juga : Bupati Zulkarnain Instruksikan Percepatan Penanganan Karhutla 

Bupati berharap festival tersebut dapat menjadi gerakan bersama untuk merawat sejarah, melestarikan budaya, dan mengoptimalkan potensi pariwisata guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, dalam rangkaian Hari Santri Nasional 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Zulkarnain menegaskan peran strategis santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persatuan, membangun karakter generasi muda, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Dia mengajak para santri, pengelola pondok pesantren, ulama dan seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkuat persatuan dan nilai-nilai kebangsaan.

Melalui rangkaian ketiga agenda tersebut, Pemkab Maluku Tengah berharap tumbuh semangat kebersamaan dalam membangun daerah, menjaga warisan budaya, memperkuat kehidupan beragama yang harmonis, dan mendorong kemajuan Maluku Tengah menuju masa depan yang lebih baik. (RN-02)

PENULIS

Picture of adminrevisinews

adminrevisinews

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER IKLAN