Bupati dan Ketua DPRD Malteng Hadiri Rakor Investasi 

Facebook
WhatsApp

Oplus_131072

MASOHI, REVISINEWS.COM- Pemerintah Provinsi Maluku terus mematangkan persiapan pembangunan industri hilirisasi kelapa dan pala sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi percepatan hilirisasi kelapa dan pala yang dipimpin Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Selasa (1/9/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, Ketua DPRD  Herry Men Carl Haurissa, PTPN 1, Firman’s Group, akademisi, serta pimpinan perangkat daerah dan instansi terkait.

Pembahasan difokuskan pada kesiapan pembangunan fisik industri setelah proses groundbreaking yang dilakukan Presiden RI pada 29 April 2026.

Dengan nilai investasi sekitar Rp640 miliar, pembangunan industri kelapa dan pala ditargetkan mulai dikerjakan pada awal Oktober 2026. Namun, sebelum pekerjaan fisik dimulai, sejumlah tahapan administrasi, perizinan dan persiapan teknis harus terlebih dahulu dituntaskan.

Baca juga : Delapan Fraksi Terima LPJ APBD 2025

Investasi tersebut terbagi dalam dua sektor utama. Sekitar Rp500 miliar dialokasikan untuk pembangunan industri kelapa, sementara Rp140 miliar diperuntukkan bagi industri pala.

Industri kelapa nantinya tidak hanya mengolah bahan baku menjadi produk dasar, tetapi dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, salah satunya coconut milk. Kapasitas pengolahan yang direncanakan mencapai sekitar 600 ribu butir kelapa per hari.

Sementara untuk komoditas pala, industri diarahkan menghasilkan nutmeg oleoresin yang memiliki pasar untuk kebutuhan industri pangan, kosmetik hingga farmasi.

Investasi tersebut dinilai strategis karena daerah ini memiliki potensi besar pada sektor perkebunan, khususnya kelapa dan pala.

Baca juga Bupati Malteng Dorong Penambahan Kuota BSPS 2027

Kehadiran industri hilirisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai jual komoditas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat, terutama petani sebagai pemasok bahan baku.

Selain itu, proyek tersebut diproyeksikan membuka sekitar 3.000 lapangan kerja dan mendorong terbentuknya rantai usaha yang lebih luas, mulai dari petani, pengolahan, transportasi dan logistik hingga pemasaran ke pasar ekspor.

Pemkab Malteng terus memastikan dukungan terhadap proses investasi tersebut agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai target.

Pemkab juga berharap keberadaan industri hilirisasi kelapa dan pala nantinya mampu mengubah pola pengelolaan komoditas perkebunan dari sekadar menjual bahan mentah menjadi produk bernilai tambah yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

Dengan demikian, pembangunan industri ini diharapkan menjadi salah satu penggerak baru pertumbuhan ekonomi Maluku Tengah sekaligus memperkuat posisi kelapa dan pala Maluku di pasar nasional maupun internasional.(RN-01)

PENULIS

Picture of adminrevisinews

adminrevisinews

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER IKLAN