REVISINEWS.COM, MASOHI— Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir mendorong berbagai agenda keagamaan dan budaya di daerah untuk terus didokumentasikan dan dikembangkan sebagai bagian dari potensi event daerah.
Hal itu disampaikan Zulkarnain saat menghadiri Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Negeri Hitulama, Kecamatan Leihitu, Sabtu (12/9), pekan lalu.
Maulid Akbar tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI, Pendiri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Husainy Banten, Drs. KH Habib Ali Alwi bin Thohir Al Husainy, serta Al Habib Bagir bin Ali bin Thohir.
Zulkarnain mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan dan kerinduan kepada Rasulullah SAW.
Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga : Mario Turun, Jalan Lintas Seram Dibuka
“Di balik peringatan Maulid, ada cinta dan kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW yang menyatukan hati serta komitmen untuk meneguhkan keteladanannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi masyarakat Negeri Hitulama yang terus menjaga pelaksanaan Maulid Akbar sebagai bagian dari tradisi keagamaan dan kekayaan budaya masyarakat di Jazirah Leihitu.
Zulkarnain menilai, berbagai kegiatan keagamaan maupun budaya yang memiliki nilai sejarah dan tradisi, serta mampu menarik perhatian masyarakat, memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari agenda event daerah.
“Tradisi seperti ini perlu terus dirawat, didokumentasikan dan dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi warisan masyarakat, tetapi juga dapat diperkenalkan lebih luas,” katanya.
Menurutnya, pengembangan event berbasis tradisi lokal menjadi salah satu upaya menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Selain itu, langkah tersebut dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kekayaan budaya Maluku Tengah kepada masyarakat di luar daerah.
“Ini menjadi ikhtiar bersama untuk merawat tradisi, memperkuat kebersamaan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Maluku Tengah kepada masyarakat yang lebih luas,” tandasnya. (Rn-01)