Darwin–Banda Yacht Race Perkuat Banda sebagai Destinasi Maritim Dunia

Facebook
WhatsApp

Bupati Awat Amir saat menjamu salah satu Wisatawan

REVISINEWS.COM, MASOHI– Pelaksanaan Darwin–Banda Yacht Race 2026 kembali menegaskan posisi Kepulauan Banda sebagai salah satu destinasi wisata maritim dan sejarah bertaraf internasional.

Sebanyak 14 yacht yang membawa 74 pelayar dari Australia dan sejumlah negara tiba di Banda Neira setelah menempuh pelayaran dari Darwin, Australia.

Para peserta memulai pelayaran pada 1 Agustus 2026 dan secara bertahap memasuki perairan Banda pada 3 hingga 4 Agustus.

Kedatangan mereka disambut Bupati Maluku Tengah dalam Welcome Ceremony Darwin–Banda Yacht Race 2026 bertema The Spirit of Spice Islands di Banda Neira, Kamis (6/8).

Dalam sambutannya, Bupati Malteng, Zulkarnain Awat Amir mengatakan Banda memiliki nilai historis yang besar sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dunia yang sejak berabad-abad lalu menghubungkan berbagai bangsa melalui jalur pelayaran internasional.

Baca juga : Bupati Paparkan Renaksi “Banda Green” 

“Laut yang dahulu menjadi jalur perdagangan kini menjadi jalur persahabatan. Angin yang dahulu membawa rempah, kini membawa semangat persaudaraan antarbangsa.

Kami menyambut seluruh peserta di Banda Neira, Kepulauan Rempah yang telah dikenal dunia sejak berabad-abad lalu,” ujar Bupati.

Ia mengajak seluruh peserta menikmati keindahan alam, benteng-benteng peninggalan sejarah, budaya masyarakat, serta kekayaan rempah-rempah yang menjadi identitas Banda sebagai The Spice Islands.

Menurutnya, pengalaman para pelayar selama berada di Banda diharapkan dapat menjadi promosi positif bagi Maluku Tengah di tingkat internasional.

Sementara itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Maluku Tengah, Rahmat, SH, M.Si, mengatakan Darwin–Banda Yacht Race merupakan agenda internasional yang memiliki nilai strategis dalam memperkuat promosi daerah.

“Ajang ini bukan hanya tentang pelayaran, tetapi juga memperkenalkan Banda sebagai kawasan bersejarah yang memiliki kekayaan alam, budaya dan rempah-rempah. Kehadiran peserta dari berbagai negara menjadi peluang memperluas promosi pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurut Rahmat, penyelenggaraan kegiatan berskala internasional tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dalam membangun citra Banda sebagai destinasi wisata bahari dan sejarah yang mampu bersaing di tingkat global.

Darwin–Banda Yacht Race 2026 diselenggarakan Ambon Sailing Community (ASC) sebagai agenda pelayaran internasional yang menghubungkan Darwin, Australia, dengan Kepulauan Banda.

Selain mempererat hubungan antarmasyarakat lintas negara, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas jejaring promosi internasional, serta memberikan dampak positif bagi sektor usaha dan perekonomian masyarakat di Kepulauan Banda.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menyampaikan apresiasi kepada Ambon Sailing Community bersama seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut. Melalui kolaborasi itu, Banda diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi maritim kelas dunia yang memadukan warisan sejarah, budaya, keindahan alam, dan keramahan masyarakat. (RN-02).

PENULIS

Picture of adminrevisinews

adminrevisinews

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER IKLAN