REVISINEWS.COM,MASOHI– Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku kembali membuahkan hasil. Melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp225,22 miliar untuk pembangunan sejumlah ruas jalan strategis di wilayah tersebut.
Alokasi anggaran yang bersumber dari APBN itu merupakan tindak lanjut atas usulan yang diperjuangkan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, kepada Kementerian Pekerjaan Umum guna mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Maluku Tengah, Hasan Firdausi, mengatakan keberhasilan memperoleh dukungan anggaran tersebut tidak terlepas dari kolaborasi yang baik antara Pemkab Malteng, Kementerian Pekerjaan Umum, dan BPJN Maluku.
“Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Kementerian Pekerjaan Umum, dan BPJN Maluku menjadi strategi penting dalam menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan fiskal daerah. Dukungan BPJN Maluku dalam menindaklanjuti usulan pemerintah daerah menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Hasan, Jumat (17/7/2026)
Ia menjelaskan, melalui Program IJD saat ini terdapat empat paket pekerjaan dengan total nilai Rp54,96 miliar yang telah dan sedang dikerjakan. Keempat paket tersebut meliputi pembangunan Jalan Haria–Haria Gunung I sepanjang 6,459 kilometer senilai Rp12,33 miliar, Jalan Haria–Haria Gunung II sepanjang 7,960 kilometer senilai Rp20,97 miliar, Jalan Simpang Lintas Seram–Mulumed sepanjang 4,330 kilometer dengan nilai Rp8,27 miliar, serta Jalan Simpang Lintas Seram–Wailoping sepanjang 4,35 kilometer senilai Rp13,39 miliar.
Baca juga : BWS Maluku Survei Talud Pelabuhan Banda Neira
Khusus ruas Simpang Lintas Seram–Wailoping, kata Hasan, pekerjaan masih berlangsung sebagai proyek tahun jamak (multiyears) dan ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
Menurutnya, seluruh ruas jalan tersebut memiliki peran strategis karena akan membuka akses menuju kawasan pertanian, perkebunan, perikanan, sekaligus memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat.
Selain proyek yang sedang berjalan, Pemkab Malteng juga berhasil mengusulkan paket pekerjaan baru senilai Rp170,26 miliar yang akan dikontrakkan pada tahun 2026 melalui Program Inpres Jalan Daerah (IJD).
Paket tersebut meliputi pembangunan ruas Simpang Lintas Seram–Sawai dan Masihulan–Olong sepanjang 9,43 kilometer dengan nilai Rp30,03 miliar, peningkatan 13 ruas jalan di Pulau Banda Neira sepanjang 10,75 kilometer senilai Rp96,72 miliar, ruas Simpang Lintas Seram–KTM Jalur I dan Jalur II sepanjang 5,14 kilometer dengan anggaran Rp19,72 miliar, serta ruas Jerili–Layeni Jalur 10 dan Trana–Jerili sepanjang 2,74 kilometer senilai Rp23,80 miliar.
Firdausi mengatakan, pembangunan seluruh ruas jalan tersebut diarahkan untuk memperkuat akses menuju kawasan pertanian, perkebunan, perikanan, sentra logistik, mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Banda Neira, hingga mempercepat pengembangan pelabuhan dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Maluku Tengah.
Ia menegaskan, keberhasilan menghadirkan investasi pembangunan jalan melalui APBN menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan BPJN Maluku mampu menjawab kebutuhan infrastruktur daerah.
“Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, kolaborasi ini menjadi kunci untuk mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Maluku Tengah,” tandasnya.(RN-01).