MASOHI, REVISINEWS.COM– Panitia Liga Kampung Soekarno Cup Zona III bersama Panitia Provinsi Maluku memastikan sisa pertandingan turnamen tersebut tetap dilanjutkan. Laga semifinal dan final yang sempat tertunda akibat kericuhan beberapa waktu lalu akan digelar di Kota Ambon sebagai solusi alternatif yang telah disepakati seluruh pihak.
Keputusan tersebut disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Maluku Tengah, Zeth Latukarlutu, mewakili Panitia Zona III, bersama Ketua Panitia Liga Kampung Soekarno Cup Provinsi Maluku, Hidayat Wajo, dalam pertemuan yang melibatkan para manajer dan official tim peserta.
Menurut Latukarlutu, panitia provinsi dan panitia lokal telah melakukan pertemuan terpisah dengan official tim yang masih bertahan di kompetisi, yakni PS Hatumete, Murkele FC, SSB Nusantara Masohi, dan Lusitua FC Haya.
“Hasil pertemuan bersama para official tim menyepakati bahwa pertandingan harus tetap dilanjutkan demi kepentingan pemain-pemain muda yang sejak awal telah berjuang dalam kompetisi ini,” ujar Wakil Ketua DPRD Malteng ini dalam keterangan pers di Kantor DPC PDIP Malteng, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, tujuan utama penyelenggaraan Soekarno Cup adalah menjaring pemain terbaik untuk membentuk tim Maluku yang akan mengikuti putaran nasional Soekarno Cup di Jawa Timur pada 26 Juli hingga 8 Agustus mendatang.
Karena itu, kata dia, panitia berkepentingan menyelesaikan seluruh tahapan kompetisi agar proses seleksi pemain dapat berjalan maksimal.
Latukarlutu juga menegaskan bahwa panitia tetap berpegang pada mekanisme dan aturan pertandingan yang telah disepakati dalam technical meeting. Setiap keberatan atau protes terkait pertandingan wajib disampaikan secara tertulis disertai bukti dalam waktu 1×24 jam setelah pertandingan berlangsung.
Baca juga :Latukarlutu: Pancasila Harus Jadi Ideologi yang Hidup
“Untuk peristiwa kericuhan yang terjadi, tidak ada laporan atau gugatan tertulis yang masuk ke panitia. Karena itu panitia tidak memiliki dasar untuk melakukan sidang pembuktian sebagaimana yang pernah dilakukan pada kasus lain sebelumnya,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Liga Kampung Soekarno Cup Provinsi Maluku, Hidayat Wajo, mengatakan hasil pertemuan bersama lima manajer dan official tim telah menghasilkan keputusan bersama terkait kelanjutan kompetisi.
Empat tim yang akan berlaga pada babak semifinal adalah Lusitua FC Haya, Murkele FC, SSB Nusantara Masohi dan PS Hatumete.
“Pertandingan tetap harus dilanjutkan karena target utama kegiatan ini adalah mempersiapkan tim Maluku menuju putaran nasional Soekarno Cup di Jawa Timur. Suka atau tidak suka, mau tidak mau, pertandingan harus dituntaskan,” tegas Wajo.
Menurutnya, seluruh pertandingan semifinal dan final akan dipusatkan di Ambon dengan sejumlah ketentuan yang telah disepakati bersama. Salah satunya, pertandingan akan berlangsung tanpa kehadiran penonton di stadion.
Sebagai gantinya, panitia akan menyediakan layanan siaran langsung melalui berbagai platform media sosial sehingga masyarakat tetap dapat menyaksikan jalannya pertandingan.
“Panitia akan menyiapkan live streaming melalui TikTok, Facebook, Instagram dan YouTube agar masyarakat Maluku Tengah maupun Maluku tetap bisa mengikuti pertandingan secara langsung,” katanya.
Terkait pembiayaan, Wajo menjelaskan akan diterapkan sistem gotong royong antara panitia dan tim peserta. Biaya transportasi dari home base masing-masing tim menuju Pelabuhan Tulehu menjadi tanggung jawab tim, sedangkan kebutuhan transportasi lanjutan, akomodasi hingga kepulangan peserta akan ditanggung panitia provinsi.
Keputusan memindahkan lokasi pertandingan ke Ambon dinilai sebagai solusi cerdas dan jalan tengah untuk memastikan kompetisi tetap berjalan serta menghindari potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat pelaksanaan turnamen.
Dengan kesepakatan tersebut, seluruh pihak berharap babak semifinal dan final Soekarno Cup Zona III dapat berlangsung aman, tertib dan menghasilkan pemain-pemain terbaik yang akan memperkuat Maluku pada putaran nasional mendatang. (RN-02).