Watubun Dikukuhkan Sebagai Anak Adat Hatumete

Facebook
WhatsApp

BGW saat dikukuhkan sebagai anak ADAT

REVISINEWS.COM, MASOHI – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, dikukuhkan sebagai Anak Adat Negeri Hatumete, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (22/6/2026).

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan dihadiri Raja Negeri Hatumete Bernard Lilihata, para tetua adat, tokoh masyarakat, pemuda, warga serta kader PDI Perjuangan tingkat provinsi hingga kecamatan.

Pengukuhan dilakukan melalui rangkaian ritual adat sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan masyarakat adat Hatumete atas perhatian serta komitmen Watubun dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat dan pelestarian budaya di Maluku.

Dalam prosesi tersebut, para pemangku adat menyerahkan asope dan memasangkan kain berang di kepala Watubun sebagai simbol pengukuhan yang disaksikan seluruh masyarakat yang hadir.

Raja Negeri Hatumete Bernard Lilihata mengatakan, pengukuhan tersebut bukan sekadar pemberian gelar kehormatan, tetapi merupakan ikatan persaudaraan yang mengandung tanggung jawab moral untuk menjaga adat, budaya dan kepentingan masyarakat adat.

Baca juga :Latukarlutu: Pancasila Harus Jadi Ideologi yang Hidup

“Kami menerima dan mengukuhkan Bapak Watubun sebagai bagian dari keluarga besar Negeri Hatumete. Dengan pengukuhan ini, beliau bukan lagi orang luar, tetapi telah menjadi anak adat yang memiliki hubungan batin dengan negeri dan masyarakat kami,” kata Lilihata kepada wartawan usai prosesi adat.

Menurutnya, kain merah yang dikenakan Watubun merupakan simbol kepemimpinan dan jati diri seorang laki-laki dalam tradisi masyarakat adat setempat.

Sementara kain kandong melambangkan keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Lilihata menilai, Watubun selama ini menunjukkan kepedulian yang besar terhadap perjuangan masyarakat adat di Maluku.

“Beliau bukan hanya seorang pimpinan partai politik, tetapi juga memiliki kepedulian yang besar terhadap perjuangan hak-hak masyarakat adat. Apa yang menjadi keluhan masyarakat selalu beliau dengarkan dan perjuangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Watubun menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas penghormatan yang diberikan masyarakat adat Hatumete.

Ia menegaskan pengukuhan tersebut merupakan amanah yang harus dijaga dengan terus mendukung pelestarian adat dan budaya serta memperjuangkan kepentingan masyarakat adat di Maluku.

“Saya menerima pengukuhan ini dengan penuh rasa hormat. Ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga amanah yang harus dijaga. Bersama masyarakat adat, kita menjaga warisan leluhur dan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” kata Watubun.

Acara pengukuhan berlangsung meriah dengan penampilan tarian adat, musik tradisional serta doa bersama sebagai simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Negeri Hatumete.

Kegiatan kemudian ditutup dengan jamuan adat yang mempererat tali persaudaraan antara masyarakat dan para tamu yang hadir. (RN-02).

PENULIS

Picture of adminrevisinews

adminrevisinews

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER IKLAN