Arumbai Sambut Bupati, Festival Kor’a Inasua TNS 2026 Resmi Dibuka

Facebook
WhatsApp

Bupati saat dijamu Camat TNS

MASOHI, REVISINEWS.COM — Puncak Festival Kor’a Inasua di Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), Sabtu (11/4/2026), berlangsung meriah dan sarat nuansa budaya.

Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tiba di lokasi kegiatan menggunakan arumbai, perahu tradisional khas Maluku yang menjadi simbol kearifan lokal masyarakat pesisir.

Prosesi penjemputan tersebut menjadi penegasan kuatnya identitas budaya masyarakat TNS yang tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Kedatangan orang nomor satu di bumi Pamahanu-Nusa itu disambut tarian adat dan antusiasme masyarakat yang memadati lokasi festival.

Pada puncak kegiatan itu, Bupati juga menyerahkan sejumlah bantuan strategis kepada masyarakat. Diantaranya empat unit perangkat Starlink bagi kelompok nelayan di wilayah TNS yang merupakan dukungan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses komunikasi dan informasi bagi nelayan di daerah kepulauan.

Selain itu, pemerintah daerah turut menyerahkan modul kepada kelompok pemberdayaan perempuan serta Surat Keputusan (SK) bagi kelompok nelayan sebagai bentuk penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas masyarakat lokal.

Dalam sambutannya, Awat Amir menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, Sanggar Niwory Kuralele, serta masyarakat TNS atas terselenggaranya Festival Kor’a Inasua 2026.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan masyarakat TNS yang telah bekerja keras menyelenggarakan festival luar biasa ini,” ujarnya.

Baca juga : Wabup Malteng Koordinasi dengan Pertamina, Stok BBM Dipastikan Aman

Ia menegaskan, Festival Kor’a Inasua bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud nyata upaya merawat sejarah dan budaya daerah.

Menurutnya, Inasua bukan hanya makanan khas, melainkan identitas dan kearifan lokal masyarakat TNS dalam teknik pengawetan ikan yang telah diakui secara nasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Bupati berharap festival tersebut mampu memperkenalkan Inasua dan potensi wisata TNS ke tingkat yang lebih luas sehingga dapat menarik wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

“Festival ini langkah strategis untuk melestarikan warisan budaya, memperkokoh jati diri daerah, serta meningkatkan kohesi sosial di tengah arus globalisasi. Kita ingin generasi muda TNS semakin mencintai dan bangga akan warisan leluhurnya,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan semangat kora-kora dan nilai gotong royong atau masohi sebagai kekuatan dalam membangun Maluku Tengah yang lebih maju dan sejahtera. (RN-01).

 

 

.

PENULIS

Picture of adminrevisinews

adminrevisinews

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER IKLAN